Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mahakam Ulu Kalimantan Timur, mengalami kekosongan dua kursi dewan. Diketahui bahwa kedua Anggota yang telah dilantik tersebut mengundurkan diri, terkait pencalonan Pemilihan Kepala Daerah November mendatang.
Sekretaris Dewan (Sekwan) DPRD Mahakam Ulu, Yosep Sangiang mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya masih menunggu langkah konkret dari partai politik terkait kekosongan kursi di DPRD. Posisi yang kosong ini memerlukan penggantian antar waktu (PAW) agar kuota kursi di lembaga legislatif dapat terisi kembali.
“Kami belum dapat melaksanakan proses PAW karena kami masih menunggu pergerakan dari partai politik yang memiliki kursi kosong. Proses ini harus dilakukan secepatnya, mengingat pentingnya memastikan DPRD dapat berfungsi secara optimal,” ujar Sangiang, Senin (2/9/2024).
Menurutnya, partai politik memiliki peran krusial dalam mengusulkan calon pengganti untuk mengisi kursi yang kosong. Hal ini penting untuk menjaga kesinambungan kinerja DPRD dan memastikan semua kepentingan masyarakat tetap terwakili.
“Biasanya paling lambat dua bulan kondisi ini akan diproses, kembali kepada keputusan partai siapa yang akan menggantikan,” jelasnya.
Sementara itu, para anggota DPRD dan publik berharap agar proses PAW ini dapat segera dilakukan. Partai politik diharapkan tidak menunda-nunda langkah ini agar DPRD Mahakam Ulu bisa beroperasi penuh tanpa ada kekosongan kursi yang mengganggu jalannya pemerintahan daerah.
Sumber : RRI